Senin, 27 Februari 2012

Salah satu dari Lima anggota polri Resort Donggala yang mendapat sanksi pada sidang disiplin Kamis (23/3/12).

Yusniwar (Deadline News)
Donggala- Lima anggota Polres Donggala mendapat sanksi berat dan ringan pada sidang disiplin yang di gelar di aula Polres Donggala (23/2). Aipda AU, Aipda AJ, Bripka SA, Briptu KL dan Briptu GZ. Masing-masing mendapat sanksi ringan dan berat oleh pimpinan sidang yang diketuai Wakapolres Kompol Nugroho Dwikaryanto.Sik, yang didampingi Kompol Elyaser Musa dan Kompol Eka Yekti HS Sik dengan penuntut Aiptu Arie Turangan karena dinilai melanggar pasal 3 J dan pasal 5 huruf A PP RI No 2 Tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri.
Aipda AU mendapat sanksi penundaan kenaikan gaji berkala dan mutasi bersifat emosi karena diduga melakukan pungli saat melakukan pengecekan Lalulintas di Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. Sementara Aipda AJ juga mendapat sanksi berupa penempatan di tempat khusus selama 21 hari penundaan kenaikan pangkat selama 6 bulan dan teguran tertulis karena telah melakukan pernikahan sirih setelah memiliki istri yang syah.
Begitipula Bripka SA dikenai sanksi berupa teguran tertulis dan penundaan melakukan pendidikan selama 1 tahun karena melakukan pengancaman dan penangkapan tanpa di sertai surat tugas oleh Rais (21) warga kelurahan pengngawu Palu Selatan setelah dituding telah melakukan pencurian di rumah Bripka SA di kecamatan Palu Selatan.
Bersamaan dengan sidang tersebut Briptu KL juga di periksa setelahtelah melakukan pelanggaran disiplin di sertai fakta yang syah terhadap istri EE dengan penghinaan melalui perkataan serta tudingan berselingkuh dan tidak memberikan Nafka lahir dan bathin. Dengan tundingan tersebut Briptu KL di adukan oleh istri Ke Propam Polda Sulteng.
Akibat perbuatan tersebut Briptu KL dijatuhi hukuman disiplin berupa teguran tertulis penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun, mutasi bersifat emosi dan ditempatkan dalam tempat khusus selama 21 hari. Dan yang terakhir pada siding disiplin itu adalah terperiksa Briptu GZ di yang laporkan di Propam karena telah melakukan hubungan layak suami istri terhap gadis IR (29) tanpa ikatan perkawinan yang syah dan mengingkari surat peryantaan terperiksa yang telah dibuat 13 Februari 2010.
Dengan perbuatan tersebut Briptu GZ dijerat hukuman disiplin berupa teguran tertulis,penundaan kenaikan pangkat selama 1 Tahun, penundadaan mengikuti pendidikan selama 1 Tahun dan penempatan di tempat khusus selama 21 hari. Diakhir persidangan Ketua sidang Kompol Nugroho Dwikaryanto Sik, para terperiksa di berikan pertibangkan dan apabila keberatan atas putusan sanksi tersebut maka diberikan waktu 14 hari untuk di lapokan ke Propan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar