Senin, 01 April 2013

Lima Bintara Disaksi Disiplin

Yusniwar (Deadline News)
Waka Polres Donggala Kompol P Sembiring menjatuhkan hukuman disiplin kepada Lima orang Bintara dijajaran Polres Donggala  14 Februari 2012. Kelima Bintara tersebut didakwa setelah digelar sidang disiplin di aula Mapolres Donggala Jalan Jati kelurahan Kabonga kecil, Banawa.

Pimpinan sidang Kompol P Sembiring didampingi Kapala bagian Sumberdaya (Sumda) Kompol Elyaser Musa dengan penuntut kasat Propam Ipda Arie Turangan, memberikan sanksi disiplin kepada terperiksa Bripka DK divonis penundaan pendididkan selama satu tahun dan ditempatkan pada tempat khusus selama Tujuh hari karena diduga melakukan pungutan liar (Pungli).

Hal yang sama juga dilakukan terperiksa Brigadir RD, didakwa atas dugaan pungutan liar (pungli) dengan hukuman disiplin, penundaan pendidikan selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu priode, mutasi bersifat emosi dan di tempatkan pada tempat khusus selama sepekan.

Begitupula Bribka MD diberikan sanksi penundaan pendidikan selama satu tahun, penundaan kenaikan gaji berkala dan ditempatkan pada tempat khusus selama tujuh hari karena terperiksa lalai menyimpan barang inventaris dinas.
Sementara itu terperiksa Briptu AS dan Bripda DD didakwa atas dugaan pungli dan diberikan hukuman disiplin penundaan pendidikan masing-masing satu tahun dan ditempatkan pada tempat khusus selama Tujuh hari.

Sidangpun berlanjut dengan mendakwa terperiksa Briptu AS yang sebelumnya telah mendapat hukuman penundaan pendidikan satu tahun dan ditempatkan di tepat khusus selama sepekan akibat pungli  kembali didakwa karena melakukan  penganiyayaan sehingga AS diberikan sanksi penundaan pendidikan selama satu tahun dan ditempatkan di tempat khusus selama sepekan. Akibat ulahnya Briptu AS mendapat sanksi ganda pada tempat khusus menjadi 14 hari dan penundaan pendidikan selama dua kali satu tahun. Usai sidang para terperikasa diberikan kesepatan oleh ketua sidang untuk melakukan upaya banding.

Kepada wartawan ketua sidang Kompol P Sembiring mengatakan Para Bintara di dakwa dengan hukuman bervariasi setelah dilakukan pemeriksaan intensif di bagian Propam Polres Donggala.

Pohon Sasaran Baliho Cabup Donggala

Yusniwar Deadline News)
Donggala- Ratusan pohon yang berjejer di sepajang jalan dan tempat fasilitas umum di wilayah Kecamatan Banawa menjadi sasaran baliho para calon bupati Donggala priode 2013-2018. Imbasnya, pemandangan kota Adipura menjadi totonan kurang menarik baik para pengguna jalan maupun masyarakat Donggala sendiri.
Camat Banawa, Kabupaten Donggala, Muhammad meminta para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Donggala agar tidak sembarangan memasang baliho maupun poster yang mengganggu fasilitas umum. “Khusus lokasi tugu, taman kota dan tempat fasilitas umum harus bersih dari pemasangan baliho, terutama di tengah kota agar tidak mengganggu,” kata Muhammad, pekan lalu.

Keprihatinan Camat Banawa tersebut diungkapkan, menyusul makin bertebarnya baliho bergambarkan orang yang kan maju pada Pilkada Donggala, namun tidak tertata baik tempatnya. Leboih ironis lagi banyak yang terpasang di pohon-pohon pelindung dengan cara memaku, sehingga bukan saja merusak pemandangan, tapi juga mengancam pertumbuhan tanaman. Menurut Muhammad, beberapa waktu lalu sudah dilakukan penurunan baliho yang tertempel di pohon-pohon, namun rupanya masih ada juga yang belum menyadari. Karena itu pihaknya akan menurunkan baliho yang terpasang di pohon, apalagi selama ini Donggala dikenal sebagai kota adipura sangat ironis kalau soal tanaman tidak terjaga.

Kekecewaan serupa diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Donggala, Ibrahim Drakel. Ia mengharapkan agar mereka yang memasang baliho atau spanduk untuk tujuan apapun kiranya tidak memasang di pohon-pohon. Sebab pertumbuhan pohon yang dipaku tidak normal dan itu akan berdampak pada masalah lingkungan, apalagi kemudian paku-paku tetap tertancap selamanya. 

Sementara itu Ketua Pengawas Pemilukada Donggala sendiri belum melakukan tindakan apapun soal penertiban baliho karena belum masuk dalam tahapan pengawasan. olehnya  itu Camat Banawa meminta kesadaran bagi mereka yang pasang baliho agar tetap menjaga lingkungan, apalagfi saat ini sedang dalam tahap penilaian Adipura tahun 2013.

Perubahan Nama Damsol belum Direspon Pemkab


Yusniwar (Deadline News)
Donggala-Pengusulan pergantian nama kecamatan Damsol menjadi Dampelas hingga saat ini belum juga menuai hasil, padahal pengusulan nama tersebut telah digagas oleh sejumlah Tokoh masyarakat Dampelas sejak 2 Tahun silam. Kinerja pemerintah kabupaten Donggala tersorot dan dinilai lambat menyelesaikan usulan masyarakat itu.

Kepala bagian (Kabag) Adminisrasi Pemerintahan Yusuf Lamakampali Se, MSi, yang ditemui 13 Desesmber 2012, di ruang kerjanya mengemukakan, permohonan tokoh masyarakat kecamatan Damsol telah memasuk tahap pengkajian akademis. Itu dilakukan sesuai dengan aturan yang ada, harus dikaji untuk menentukan untung ruginya pergatian nama daerah tersebut. Namun meskipun demikian pemerintah tetap melakukan sosialisasi di kecamatan tersebut sehingga tidak menuai kontra saat nama tersebut ditetapkan.

Kajian akademis itu dilakukan untuk mencari apa dasar sehingga para tokoh inginkan perubahan nama kecamatan itu. Setelah selesai bersama anggota DPRD dan pemerintah daerah mengunjungi  daerah tersebut untuk sosialisasi, setelah mendapatkan dasar kajian itu maka DPRD membahas untuk menerbitkan Perda sehingga nama daerah tersebut memiliki kekuatan hukum.

Kerap disapa Yusuf itu menambahkan, nama Damsol itu telah memiliki filosofi yang menjelaskan kecamatan Sojol dan Sojol Utara adalah induk dari kecamatan Damsol yang erat dengan etnis Dampelas. “Dengan pergantian nama Damsol menjadi Dampes itu menunjukkan bahwa kecamatan Sojol Utara dan Sojol tumbuh sendiri.Dan tidak ada lagi sejarah untuk anak cucu kita mengetahui dua kecamatan itu adalah pemekaran kecamatan Damsol. Nama itu juga adalah kajian sejarah Damsol sendiri,”jelasnya.
Pertimbangan itu bukanlah sebuah alasan untuk tidak dapat menganti nama kecamatan Damsol. Dan itu tergantung dari kehendak masyarakat, namun itulah salah satu dari untung ruginya apabila pergantian nama.

Masyarakat Dilatih Siaga Bencana

Yusniwar- (Deadline News)
Donggala-Kabupaten Donggala adalah salah satu daerah yang masuk dalam kategori rawan bencana alam di provinsi Sulawesi Tengah.

Luas wilayah yang berada di pesisir pantai membelah teluk Palu sepangjang hampir 500 Kilometer wilayah itu kerap terjadi bencana alam, baik banjir rob abrasi pantai maupun banjir material dari gunung serta angin puting beliung bahkan tsuname pun pernah menghantam kabupaten itu.

Untuk mengatisipasi jatuhnya korban yang lebih banyak, Pemkab Donggala melalui Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) kabupaten membentuk masyarakat penanggulangan bencana di sejumlah desa yang rawan bencana alam. Dengan tujuan  mengantisipasi dampak tersebut masyarakat diajarkan tata cara kesiap-siagaan dan melakukaan tindakan pertolongan pertama kepada masyarakat yang ditimpa bencana alam.

Plt kepala BPBD kabupaten Donggala Drs Arwan H Arsyad melalui Kepala bidang pencegahan dan kesiap- siagaan, Mardin ST MM. yang ditemui belum lama menuturkan setiap terjadi bencana alam sekitar 80 persen pertolongan awal dilakukan oleh masyarkat. Melihat kondisi itu maka Pemkab melalui BPBD memberikan pemahaman tentang tanggap bencana dengan  membentuk kelompok masyarakat  penanggulan bencana di kecamatan Sindue dan melibatkan desa  amal, Toaya, Enu, Sikara dan Sumari, sebagai peserta dalam penyuluhan.Akrap disapa Mardin menjelaskan, masing-masing desa tersebut mengikut sertakan 10 orang peserta yang dibagi 3 seksi diantaranya seksi siaga, tanggap, darurat dan rehabilitasi konstrusi.

Desa tersebut dipilih berdasarakan resiko bencana terbesar, untuk
mengantisipasi dampak bencana alam dengan kesiap-siagaan agar segera melakukaan tindakan pertolongan pertama kepada masyarakat yang ditimpa bencana alam, tandasnya.

Penambahan 5 Kursi DPRD Batal

Yusniwar (Deadline News) 

Donggala-Rencana penambahan 5 kursi di DPRD kabupaten Donggala dinyatakan batal oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Donggala. Pernyataan batal itu disampaikan setelah menerima Data Agregrat Penduduk per Kecamatan (DAK2) yang menyebutkan penduduk kabupaten Donggala tidak mencapai 300.000 Ribu jiwa.


Ketua KPUD Donggala Mahfud Masuara SH yang ditemui diruang kerjanya, Senin (11/ 12) mengatakan, untuk menentukan jumlah Daerah pemilihan (Dapil) KPUD mengirim surat kepada Dinas Kependududkan dan Catatan Sipil untuk mengetahui jumlah penduduk kabupaten Donggala. Tertanggal  1 Oktober 2012 jumlah penduduk Donggala sebesar 307.910 jiwa.  Berdasarkan jumlah tersebut kabupaten Donggala berhak melakukan penambahan kursi.

Namun sangat mengecewakan, DAK2 dari Dinas Catatan Sipil Donggala sangat berbeda dengan jumlah pendududuk yang diterima KPUD saat rapat gelar  rapat koordinasi antara Gubernur, Bupati, Wali Kota dan Ketua KPUD se Sulawesi Tengah di Swiss Ball Hotel 6 Desember 2012 lalu. DAK2 itu menjadi 294.825 jiwa, artinya ketambahan kursi DPRD Donggala batal.

Selain itu Mahfud menambahkan, penentukan jumlah Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk penyelenggaraan pemilihan umum Gubernur, Bupati dan DPRD itu berdasarkan jumlah desa namun data yang di serahkan oleh catatan Capil masih data awal yakni 149 desa dan kelurahan.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Donggala Nomor 16 Tahun 2012 tentang pemekaran, kabupaten Donggala ketambahan19 desa, namun  menurut Mahfud nama desa pemekaran tersebut belum terdafdar dalan Cacatan Sipil, jelasnya.
Yang sangat subtansi menurutnya adalah perhitungan suara karena pemilihan ini kali tiap desa merekap jumlah suara masyarakatnya. “apa mau desa devenitive itu tidak memiliki PPS dan masih bergabung dengan desa iniduk,? kata Mahfud .

Ditempat terpisah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Drs. Hasan Ali Arif, Msi, mengatakan data DAK2 yang sebenarnya adalah 294 762 jiwa, penduduk kabupaten Donggala, terbagi di 16 kecamatan, 184,325 wajib KTP dengan realisasi Elektronik KTP 134 545 atau 72,72 persen  sampai Tanggal  5 Desember tahun 2012.
Ditanya tentang pemekaran 19 desa yang belum di ikutkan sertakan dalam daftar TPS, menurut Hasan belum dapat mengikut dalam daftar karena belum memiliki Nomor registrasi  meskipun Perda menyebutkan telah syah menjadi desa devenitif. 

"Apabila sampai pada saat pemilihan desa tersebut belum memiliki Nomor regstrasi kependudukan maka desa tersebut masih melekat pada desa induk,"tegas hasan Ali Arif.

Pernyataan kadis Capil senagat berbeda dengan pernyataan yang disampaikan mantan Kepala BPMPD, Mahfud Lamakampali S.Sos. saat memberikan sambutan pelantikan  Kades Sindosa,  Kavaya,  Lumbupatigo, dan Kades Wani III, di desa Sindosa 28 November 2012 silam yang mengatakan, 19 desa yang  di mekarkan itu telah mendapat nomor registrasi dari kementerian dalam Negeri Dirjen PMD.
Yusniwar (Deadline News)
Kapolres AKBP M Sururi SH  merasa kecewa dengan pemerintah kabupaten Sigi yang belum juga menandatangani surat keputusan bersama untuk upaya keamanan di kabupaten Sigi.

Menurut kapolres yang ditemui di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan, surat keputusan bersama itu dilakukan mengingat kondisi keamanan kabupaten Sigi secara menyelusuh belum dapat dikatakan aman.

Dalam kurun sepuluh bulan jajaran polres Donggala telah menangani 19 kasus perkalahian antar kampung di kabupaten Sigi, dari deretan kasus tersebut polisi telah menyita ratusan senjata rakitan berbagai jenis untuk dimusnahkan.
Sururi  mengemukakan dari deretan kasus tersebut jajaran Polres Donggala telah menahan dua orang tersangka inisial OT dan AR pelaku perkelahian antar warga yang menewaskan satu orang di Pombewe.

Selain itu jajaran polres Donggala juga menyidik 5 orang pelaku perkelahian anatar warga  di kecamatan Marowola dianataranya inisial IK, FR, DN, WR dan IL dan menyita alat perang rakitan berupa Panah Ambon 6 buah, Dum-dum 44 pucuk, busur, 232 buah, pelontar busur 17 buah, mata pana Ambon 27 buah, kayu penumbuk Dum-dum 6 batang parang dan arik 5 bilah, sejata rakitan 2 pucuk , bom Molotov 3 botol, besi pipih 1 buah, pisau 6 buah, gunting 1 buah, isi staples 12 kotak, isi staples kecil 15 kotak korek api kayu 32 kotak, amunisi dum-dum 2 botol, besi pipa 1 batang, pemotong besi 1 unit,potongan besi 6 dan 12 inci 49 batang, tas warna hitam 2 buah dan warna coklat 1 buah serta ember berisi sabut kelapa 1 buah.

Sementara itu polisi juga menciduk Empat warga desa Tinggede yang membunyikan senjata rakitan jenis Dum-dum di desa Binangga saat polisi melakukan penyisiran di rumah warga. Dari sejumlah senjata rakitan yang dijaring, selaku kapolres berniat akan memusnakan alat perang tersebut.

Demi menjaga Kantibmas kapolres tidak henti-hentinya memberikan himbauan kepada masyarakat dan sangat mengharapkan partisipasi warga untuk menyerarahkan senjata rakitan sebelum polisi mengambil tindakan yang lebih keras, ucapnya.
Sidak Pasar Baru di kelurahan Ganti, Kadis Kuperindak Drs Ismail M.Si temui pedagang
Yusniwar (Deadline News)
Donggala-Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Kuperindak) Kabupaten Donggala Drs. Ismail, MS.i, menyidak pasar baru di kelurahan Ganti Kecamatan Banawa, 13 Desember 2012. Kunjungan Kadis ini kali dalam rangka adanya keluhan pedangang yang kerap menjual belikan kios pasar dan sejumlah permasalahan yang di alami para pedagang.

saat berkunjung Kadis Kuperindak langsung menemui sejumlah pedagang di pasar itu. Mereka berbincang seputar permasalahan yang ada di pasar. Para pedagang  meminta untuk segera dilakukan pembenahan terutama los pasar yang masih banyak kosong dan sejumlah fasilitas lainnya yang sangat di perlukan oleh para pedagang terutama air bersih dan adanya genangan air saat hujan tiba.

Di selala- sela Sidak, kadis Kuperindak mengatakan, keinginan dan saran para pedagang akan disahuti namun kadis berharap kirnya para pedagang untuk sejenak bersabar. ditempat yang sama Saat ditemui Deadline News, kadis memukakan sidak di pasar baru itu tidak lain untuk menemui sejumlah pedagang, mencari kebenaran apakah benar terjadi transaksi jual beli los di pasar. Selain itu juga tambah Kadis, kunjungan itu adalah dalam rangka mengenjot Pendapatan Asli Daearah (PAD) di sektor perdagangan dan rencana penertiban pemanfaatan los pasar yang kurang maksimal.

Berdasarkan perjanjian yang digagas anatara pedagang dan dinas Kuperindak saat pemeberian kunci kios pasar setahun lalu, telah diputuskan,l, dalam waktu 3 pekan kios tersebut harus diisi dan dilakukan aktivitas jual beli, namun pada kenyataannya hingga saat ini masih ada kios pasar yang masih tutup tanpa aktivitas dan tidak memenuhi kuajibannya sehingga pihak Kuperindak akan menganbil langkah tegas.

"Pasar baru di kelurahan Ganti  menyediaan 94 kios dengan kuajiban para pedagang membayar sewa kios Rp. 50.000, perbulan. Namun kenyataannya hanya sekitar 60 kios yang memenuhi kuajabannya. Olehnya itu pihak kuperindak akan melakukan penertiban untuk mengenjot PAD," kata kadis.

Konstribusi Air PDAM Donggala Mandek

Yusniwar (Deadline News)

Palu-Warga BTN Bumi Roviga selama 4 bulan belakangan ini keluhkan pelayanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Donggala yang tidak memberikan pelayanan baik kepada pelanggan. Bahkan kerap terjadi bersih tengang antara pelanggan dengan petugas pengatur air.

“Kami merasa sangat dirugikan oleh PDAM Donggala. awalnya kami memaklumi aturan yang di tetapkan untuk mengalirkan air secara begiliran yakni pada hari Rabu dan hari Jumat tapi beberapa bulan belakangan ini hanya sekali seminggu tepatnya pada hari jumat saja, itupun hanya mengalir paling setengah jam, airnya pun tidak masimal, kebanyakan semburan agin keluar dari keran air,” kata pelanggan PDAM Donggala Faisal Abubakar, yang di temui belum lama ini, di BTN Bumi Roviga kelurahan Tondo, kecamatan Mantikulore Palu.

Dampak dari penurunan distribusi air PDAM, pelanggan kerap memesan air melalui mobil Tanki, dengan kisaran harga Rp.125.000, itupun harus menunggu sampai lama. Kepercayaan pelanggan di Bumi Roviga semakin hari-semakin pupus pasalnya pelayanan tersebut semakin bobrok.

Faisal menjelaskan, persoalan itu telah disampaikan kepada pihak PDAM Donggala pada bagian gangguan  namun tidak direspon. Penyampaian itu juga telah disampaikan kepada petugas pengatur air di kantor pelayanan di kelurahan Tondo, Adi namun hal itu tidak dipercaya bahkan petugas pun kerap bersih tegang dengan pelanggan. Selaku pelanggan tidak tahu lagi harus melapor dikemana.

”Kalau ada air yang mengalir di rumah pelanggan tidak mungkin pelanggan mengeluh,”ucap mantan Kadis Sosial Donggala itu. Sembari membandingkan dengan pelayanan PDAM Kota Palu yang konsisten memberikan pelayanan.   "Andai kata PDAM kota Palu, dijamin kestrilannya mungkin PDAM Donggala telah kami diputuskan untuk berlanggan .

Di tempat terpisah saat di konfirmasi melalui telepon, 081 341 011 XXX, Direktur PDAM Donggala Ir. Ali Abdullah MT, mengakui PDAM Donggala belum memeberikan pelayanan prima kepada pelanggan khususnya yang berada di BTN Bumi Roviga dan Perumahan Dosen di kelurahan Tondo. Menurut Ali kerap sapaanya di Bumi Roviga posisi rumah pelanggan mendaki, sehingga tekanan air berkurang, pada saat giliran air dibuka pelanggan serentak membuka keran, ini yang membuat pelanggan kesulitan mendapat air terlebih lagi rumah pelanggan tersebut posisi rumahnya paling atas, jelasnya.

Menanggapi  persoalan bersih tengang antara petugas air dengan pelanggan beberapa waktu lalu, menurutnya itu dikominikasi antara pelanggan dengan petugas air yang menuduh pelanggan menutup aliran air dari keran induk. “Sebenarnya petugas gangguan air yang menutup keran tersebut bukan pelanggan," kata Ali. Untuk sementara PDAM Donggala dapat melayani permohonan pelanggan baru di perumahan dosen dan BTN Roviga, PDAM masih memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan lama yang berkisar 400 orang, jelasnya.