Senin, 06 Mei 2013

Hanya 24 Persen Wilayah Sigi Boleh Disertipikatkan

Ady Suprastio

Yusniwar Deadline News)
Sigi-Kabupaten Sigi yang memiliki luas wilayah sekitar 519.053 Hektar persegi tidak  sepenuhnya mendapat sertipikat hak atas tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pasalnya, dari luas wilayah tersebut sekitar 391.005,13 Hektar persegi atau 76 Persen masuk pada kawasan hutan, selebihnya sekitar 128.047,87 atau 24 persen wilayah tersebut adalah areal pengunaan lain yang dapat disertipikatkan, kata Kepala Pertanahan kabupaten Sigi, Ady Suprastio, SH, MH, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Berdasarkan data itulah Kepala Pertanahan yang kerap disapa Ady sangat meneliti  permohonan masyarakat untuk membuat sertifikat. Sekalipun terbilang baru terbentuk kantor Pertanahan di Kabupaten Sigi, jumlah pemohon sertipikat telah mencapai dua kali lipat dari Kuota yang ditentukan BPN RI, terbukti  tahun 2013, pemohon Prona telah mencapai 3000 bidang lebih, semetara Pertanahan Sigi hanya mendapat jatah 1500 bidang.  

Selaku pioneer, Instansi pemerintah pertama berkantor di kawasan perkantoran desa Bora disusul kantor pemerintah lainnya, awalnya Ady memprogramkan 22 desa mendapat jatah prona tahun ini namun, hal itu tidak mencapai target disebabkan hanya 15 desa yang memenuhi syarat sehingga rencananya pemohon yang belum dipenuhi dialihkan pada prona tahun depan, katanya.

Menyangkut sarana dan prasarana kantor baru itu, Ady mengakui masih sangat minim namun hal itu telah dibenahi utamanya segi penerangan PLN dan air bersih. Sementara jaringan telepon untuk sementara belum ada sehingga melaporkan kinerja belum dapat di akses secara on line oleh kantor BPN dan masyarakat luas.

“Sebenarnya kinerja Pertahan Sigi telah melebihi target yang ditentukan BPN namun hal ini belum terakses karena adanya keterbatasan itu, sehingga tim monitoring dari BPN berkunjung di kantor kami untuk melihat langsung kondisi yang ada,” kilah Ady.